Pengertian Kesehatan dan Jenis-jenis Kesehatan Manusia
Setiap orang di dunia pasti sudah pernah mendengar dan menggunakan istilah kesehatan dalam percakapan sehari – hari mereka. Meskipun begitu, dari sekian banyak orang yang pernah menggunakan istilah ini, pasti tidak semuanya mengetahui apa arti kata kesehatan yang sebenarnya. Beberapa orang sering kali mengartikan kesehatan dengan kata sehat. Padahal jika diartikan secara gamblang, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda.
Lantas apa sih sebenarnya kesehatan itu? Istilah kesehatan biasanya merujuk kepada kondisi tubuh yang sehat. Istilah kesehatan merupakan pengembangan dari istilah atau pun kata sehat yang artinya adalah terbebas dari penyakit.
Definisi dan Pengertian Kesehatan
Istilah kesehatan pada dasarnya berasal dari kata sehat yang artinya terbebas dari segala gangguan atau pun penyakit baik penyakit fisik maupun psikis. Jika diarikan dari kata dasarnya, maka kesehatan merupakan kondisi atau pun keadaan yang menggambarkan tubuh yang terbebas dari segala penyakit atau pun gangguan fisik atau pun psikis.
Menurut Undang – Undang Republik Indonesia, pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkikan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Jenis – jenis Kesehatan Manusia
Secara umum, kesehatan manusia dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kesehatan tubuh dan kesehatan mental. Dua bagian kesehatan ini merupakan satu kesatuan yang utuh dan juga saling terkait satu sama lainnya.
Kesehatan Tubuh / Fisik
Kesehatan tubuh merupakan kesehatan yang dinilai dari kondisi fisik seseorang. Istiah kesehatan fisik berkaitan erat dengan masalah – masalah fisik seperti terbebas dari luka atau pun terbebas dari penyakit yang tampak (baik penyakit luar mau pun penyakit dalam).
Untuk bisa mendapatkan kesehatan fisik, manusia hanya perlu melakukan dua hal yaitu olah raga, menjaga pola makan, serta menjaga kesehatan mental. Aktivitas olah raga dapat membuat tubuh menjadi jauh lebih sehat dan kuat, sedangkan menjaga pola makan dapat menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit yang mungkin timbul.
Kesehatan Mental / Jiwa
Kesehatan mental merupakan kesehatan yang dinilai dari kondisi jiwa atau pun mental seseorang. Istilah kesehatan mental sangat erat kaitannya dengan masalah stress dan masalah – masalah terkait pikiran lainnya.
Berbeda dengan kesehata fisik yang cenderung mudah untuk diraih / didapatkan, kesehatan mental cenderung lebih sulit untuk diraih. Mental yang sehat biasanya hanya bisa didapatkan oleh orang – orang yang memiliki kestabilan emosi, keseimbangan jiwa, serta tidak terlalu banyak memikirkan permasalahan. Untuk mendapatkan kestabilan dan keseimbangan jiwa dan emosi sendiri, manusia membutuhkan tubuh yang sehat dan juga hati yang bersih (bersih dari sifat dengki, sirik, dendam, dan berbagai sifat buruk lainnya).
Kesehatan Mental
Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Seseorang yang memiliki mental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.
Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.
Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja.
Terdapat beberapa jenis masalah kesehatan mental dan berikut ini adalah tiga jenis kondisi yang paling umum terjadi.
Stres
Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.
Seseorang yang stres biasanya akan tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi.
Stres bukan saja dapat memengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik mereka.
Berikut ini adalah contoh dampak stres terhadap perilaku seseorang:
- Menjadi penyendiri dan enggan berinteraksi dengan orang lain.
- Enggan makan atau makan secara berlebihan.
- Marah-marah, dan terkadang kemarahan itu sulit dikendalikan.
- Menjadi perokok atau merokok secara berlebihan.
- Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Penyalahgunaan obat-obatan narkotika.
Berikut ini adalah masalah kesehatan yang dapat timbul akibat stres:
- Gangguan tidur
- Lelah
- Sakit kepala
- Sakit perut
- Nyeri dada
- Nyeri atau tegang pada otot
- Penurunan gairah seksual
- Obesitas
- Hipertensi
- Diabetes
- Gangguan jantung
Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres, sebagian di antaranya adalah masalah keuangan, hubungan sosial, atau tuntutan di dalam pekerjaan. Untuk mengatasi stres, kunci utamanya adalah mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusinya.
Penanggulangan stres juga bisa dilakukan dengan mengaplikasikan nasihat-nasihat yang disarankan dalam manajemen stres yang baik, seperti:
- Belajar menerima suatu masalah yang sulit diatasi atau hal-hal yang tidak dapat diubah.
- Selalu berpikir positif dan memandang bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup ada hikmahnya.
- Meminta saran dari orang terpercaya untuk mengatasi masalah yang sedang dialami.
- Belajar mengendalikan diri dan selalu aktif dalam mencari solusi.
- Melakukan aktivitas fisik, meditasi, atau teknik relaksasi guna meredakan ketegangan emosi dan menjernihkan pikiran.
- Melakukan hal-hal baru yang menantang dan lain dari biasanya guna meningkatkan rasa percaya diri.
- Menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.
- Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang lain. Cara ini dapat membuat seseorang lebih tabah dalam menghadapi masalah, terutama jika bisa membantu seseorang yang memiliki masalah lebih berat dari yang dialaminya.
- Menghindari cara-cara negatif untuk meredakan stres, misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, atau menggunakan narkoba.
- Bekerja dengan mengedepankan kualitas bukan kuantitas, agar manajemen waktu lebih baik dan hidup juga lebih seimbang.
Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-harinya.
Bagi sebagian orang normal, rasa cemas biasanya timbul pada suatu kejadian tertentu saja, misalnya saat akan menghadapi ujian di sekolah atau wawancara kerja. Namun pada penderita gangguan kecemasan, rasa cemas ini kerap timbul pada tiap situasi. Itu sebabnya orang yang mengalami kondisi ini akan sulit merasa rileks dari waktu ke waktu.
Selain gelisah atau rasa takut yang berlebihan, gejala psikologis lain yang bisa muncul pada penderita gangguan kecemasan adalah berkurangnya rasa percaya diri, menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri.
Sementara itu, gejala fisik yang mungkin menyertai masalah gangguan kecemasan antara lain:
- Sulit tidur
- Badan gemetar
- Mengeluarkan keringat secara berlebihan
- Otot menjadi tegang
- Jantung berdebar
- Sesak napas
- Lelah
- Sakit perut atau kepala
- Pusing
- Mulut terasa kering
- Kesemutan
Meski penyebab gangguan kecemasan belum diketahui secara pasti, beberapa faktor diduga dapat memicu munculnya kondisi tersebut. Di antaranya adalah trauma akibat intimidasi, pelecehan, dan kekerasan di lingkungan luar ataupun keluarga.
Faktor risiko lainnya adalah stres berkepanjangan, gen yang diwariskan dari orang tua, dan ketidakseimbangan hormon serotonin dan noradrenalin di dalam otak yang berfungsi mengendalikan suasana hati. Gangguan kecemasan juga dapat dipicu oleh penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan terlarang.
Sebenarnya, gangguan kecemasan dapat diatasi tanpa bantuan dokter melalui beberapa cara, seperti mengonsumsi makanan bergizi tinggi, cukup tidur, mengurangi asupan kafein, minuman beralkohol, atau zat penenang lainnya, tidak merokok, berolahraga secara rutin, dan melakukan metode relaksasi sederhana, seperti yoga atau meditasi.
Jika pengobatan mandiri tidak memberikan perubahan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan dari dokter biasanya meliputi pemberian obat-obatan antiansietas serta terapi kognitif.
Depresi
Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita depresi sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.
Berikut ini adalah beberapa gejala psikologi seseorang yang mengalami depresi:
- Kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu.
- Terus-menerus merasa sedih, bahkan terus-menerus menangis.
- Merasa sangat bersalah dan khawatir berlebihan.
- Tidak dapat menikmati hidup karena kehilangan rasa percaya diri.
- Sulit membuat keputusan dan mudah tersinggung.
- Tidak acuh terhadap orang lain.
- Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
Berikut ini adalah dampak depresi terhadap kesehatan fisik yang mungkin dapat terjadi:
- Gangguan tidur dan badan terasa lemah.
- Berbicara atau bergerak menjadi lebih lambat.
- Perubahan siklus menstruasi pada wanita.
- Libido turun dan muncul sembelit.
- Nafsu makan turun atau meningkat secara drastis.
- Merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab.
Ada beragam hal yang dapat memicu terjadinya depresi, mulai dari peristiwa dalam hidup yang menimbulkan stres, kehilangan orang yang dicintai, merasa kesepian, hingga memiliki kepribadian yang rapuh terhadap depresi.
Selain itu, depresi yang dialami seseorang juga bisa disebabkan oleh penderitaan akibat penyakit parah dan berkepanjangan, seperti kanker dan gangguan jantung, cedera parah di kepala, efek dari konsumsi minuman beralkohol berlebihan dan obat-obatan terlarang, hingga akibat faktor genetik dalam keluarga.
Dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter jika merasakan gejala-gejala depresi selama lebih dari dua minggu dan tidak kunjung mereda. Apalagi jika gejala depresi tersebut sampai mengganggu proses pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial,
Penanganan depresi oleh dokter akan disesuaikan dengan tingkat keparahan depresi yang diderita masing-masing pasien. Bentuk penanganan bisa berupa terapi konsultasi, pemberian obat-obatan antidepresi, atau kombinasi keduanya.
Langkah-Langkah Pola Hidup Sehat
Selengkapnya berikut ini adalah langkah–langkah pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan setiap hari:
1. Berolahraga
Olahraga merupakan kegiatan yang mudah untuk dilakukan, tetapi juga ada banyak orang yang sering mengabaikannya. Padahal olahraga ini merupakan kegiatan yang bisa menyehatkan tubuh kita.
Apabila kita berolahraga secara teratur, maka banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh kita seperti daya tahan tubuh meningkat, bisa menguatkan tulang-tulang, menurunkan lemak pada tubuh, mengurangi stres, menambah kebugaran tubuh dan masih banyak lagi.
2. Menjaga pola makan
Menjaga pola makanan yang harus dikonsumsi tersebut harus memenuhi standar kesehatan. Untuk itu kita dianjurkan mengetahui tentang makanan-makanan yang penting untuk kesehatan tubuh kita.
Pada umumnya, banyak orang sering tidak memerhatikan tentang hal ini. Banyak sekali makan yang bisa membahayakan bagi tubuh kita. Seperti makanan yang banyak mengandung pengawet, makanan junk food atau makanan cepat saji. Sebaiknya kita bisa mengatur pola makan seperti waktu-waktu yang baik untuk kita makan dan juga makan menyehatkan.
3. Kurangi asupan garam dan gula
Asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Ada berbagai cara untuk mengurangi garam dalam diet:
- Ketika berbelanja, kita bisa memilih produk dengan kandungan natrium yang lebih rendah.
- Ketika memasak, garam dapat digantikan dengan bumbu, meningkatkan variasi rasa dan rasa.
- Ketika makan, ada baiknya tidak menaruh garam di meja, atau setidaknya tidak menambahkan garam sebelum dicicipi.
Gula memberikan rasa manis dan rasa yang menggugah selera, tetapi makanan dan minuman manis kaya energi, dan paling baik dinikmati dalam jumlah sedang, sebaiknya dikonsumsi sesekali. Kita bisa menggunakan buah-buahan sebagai gantinya, bahkan untuk mempermanis makanan dan minuman kita.
4. Minum banyak cairan
Orang dewasa perlu minum setidaknya 1,5 liter cairan sehari! Atau lebih jika sangat panas atau mereka aktif secara fisik. Air adalah sumber terbaik, tentu saja, dan kita dapat mengonsumsi air mineral. Jus buah, teh, minuman ringan, susu, dan minuman lainnya, semuanya baik-baik saja untuk dikonsumsi dari waktu ke waktu.
5. Menciptakan lingkungan yang sehat
Apabila kita ingin menikmati kesehatan yang sesungguhnya, maka kita juga harus memerhatikan dan menjaga lingkungan kita. Lingkungan yang perlu kita jaga adalah, air, tanah, udara, iklim, tumbuhan dan lain sebagainya. Apabila kita hidup dilingkungan yang tidak baik seperti berkumpul dengan orang yang perokok, lingkungan yang penuh dengan sampah, banyak terkena asap mobil dan lain-lain. Dengan lingkungan yang tidak baik, juga akan bisa memicu kesehatan kita.
6. Istirahat yang cukup
Banyak sekali yang mempunyai aktivitas banyak yang terkadang lupa dan tidak menghiraukan waktu istirahat kita. Bila mempunyai pola tidur yang berantakan seperti tidur yang terlalu larut malam dan harus bangun pagi-pagi untuk bekerja. Padahal apabila kurang istirahat dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi.
Sebaiknya istirahat saat kerja di siang hari, paling tidak kita bisa tidur sejenak selama 20 menit agar pikiran kita bisa segar kembali. Tetapi kita harus bisa menata pola tidur kita yang baik supaya tidur bisa tepat waktu dan juga akan menyehatkan tubuh kita.10
10 Masalah Kesehatan yang Bisa Ditangani Dengan Berobat Jalan

Ketika sakit, Anda sebaiknya langsung pergi ke klinik dokter terdekat untuk mencari tahu penyebab dan cara pengobatannya yang tepat. Dokter kemudian bisa menentukan apakah Anda cukup berobat rawat jalan atau sampai perlu rawat inap alias opname di rumah sakit.
Namun jika dokter hanya menyarankan Anda untuk berobat jalan, bukan berarti mereka cuek dan menyepelekan keluhan Anda, lho! Keputusan tersebut dibuat dokter setelah menilai hasil pemeriksaan fisik Anda di awal. Dokter mungkin melihat bahwa penyakit Anda masih bisa ditangani dengan pengobatan rumahan sederhana sehingga tidak harus diawasi terus oleh tim dokter jaga.
Masalah kesehatan yang masih bisa ditangani dengan rawat jalan
Lantas, apa saja penyakit yang masih bisa disembuhkan dengan berobat jalan?
1. Tipes

Tipes alias demam tifoid adalah salah satu infeksi yang paling sering menyerang orang Indonesia. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh konumsi makanan-minuman yang sudah terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Gejala umum tipes adalah pusing, sembelit, diare, muntah, lemas, serta demam tinggi. Beberapa orang juga mengeluhkan munculnya ruam merah di area kulit tertentu.
Mengobati tipes bisa di rumah saja ketika gejalanya masih ringan. Tipes ringan bisa sembuh cepat kalau Anda benar-benar bisa istirahat total di rumah, menjaga pola makan yang bersih serta sehat, dan banyak minum air selama masa pemulihan. Dokter juga biasanya meresepkan obat antibiotik seperti ciprofloxacin dan cefiximeuntuk Anda minum di rumah sampai sembuh.
Namun untuk kasus-kasus tertentu, orang yang sakit tipes perlu diopname. Terutama apabila yang sakit tipes adalah bayi dan anak kecil. Orang dewasa juga akan dirujuk opname apabila setelah bed rest di rumah, gejala tipesnya malah semakin parah.
2. Diare

Pada hampir kebanyakan kasus, sakit diare bisa cepat sembuh dengan pengobatan rumahan sehingga tidak perlu dirujuk rawat inap. Biasanya, diare diobati dengan banyak minum air atau cairan oralit dan memperbanyak makan makanan berserat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, hingga resep obat antidiare dari dokter seperti loperamide (imodium) dan bismuth subsalicylate (pepto-bismol).
3. Radang tenggorokan

Meski membuat Anda tidak nyaman, tenggorokan sakit dan gatal akibat radang tenggorokan biasanya tidak sampai harus diopname. Bahkan jika Anda mengalami gejala penyerta lainnya seperti demam, hingga flu dan batuk.
Radang tenggorokan bisa cepat sembuh dengan pengobatan rumahan yang tepat. Dokter pun biasanya hanya meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol hingga obat isap untuk melegakan tenggorokan.
4. Maag

Maag (dispepsia) adalah salah satu gangguan pencernaan yang banyak dimiliki oleh orang Indonesia. Gejala khasnya adalah dadayang terasa panas, perut mulas dan kembung, hingga mual-muntah akibat asam lambung naik.
Penyakit pencernaan ini bisa diobati dengan obat antasida yang dijual bebas di warung atau apotek tanpa harus menebus resep. Jika Anda perlu jenis obat dan dosis yang lebih kuat, dokter mungkin akan meresepkan obat maag seperti ranitidine dan omeprazol. Dokter juga mungkin menganjurkan Anda untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat agar maag tidak kambuh lagi di kemudian hari.
5. Cacar air

Pada kebanyakan kasus, cacar air ringan bisa diobati di rumah hanya dengan berobat jalan sesekali untuk kontrol ke dokter. Dokter biasanya hanya akan menganjurkan Anda untuk banyak istirahat dan menghidari beraktivitas di luar rumah agar tidak menularkan virus pada orang lain. Pasalnya, virus cacar air bisa sangat mudah menyebar lewat udara dan tetesan air dari batuk dan bersin.
Sementara bed rest di rumah, Anda juga harus banyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi. Hindari menggaruk bintil cacar dan bekas luka yang terasa gatal.
Obat cacar yang diresepkan dokter biasanya adalah obat oles antihistamin, losion calamine, atau krim hidrokortison.
6. Rematik

Rematik ditandai dengan sendi yang terasa nyeri, kaku, serta membengkak. Biasanya, bagian yang paling terserang rematik adalah tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Lambat laun, kondisi ini cenderung menyulitkan Anda bergerak dan beraktivitas.
Meski begitu, rematik masih bisa dikelola dengan perawatan yang tepat di rumah. Biasanya cukup dengan minum obat pereda nyeri nonresep seperti ibuprofen. Dokter juga mungkin meresepkan steroid yang berdosis lebih kuat dan obat golongan disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) untuk memperlambat kerusakan sendi atau mencegahnya.
Terapi fisik, olahraga ringan, istirahat cukup, dan makan teratur juga penting untuk diterapkan guna meningkatkan kualitas hidup Anda.
7. Migrain

Migrain seringnya ditandai dengan sakit kepala sebelah, yang bisa berlangsung dalam beberapa jam hingga berhari-hari. Banyak obat pereda migrain yang dijual bebas di apotek atau toko obat tanpa Anda harus menebus resep.
Namun jika migrain Anda disertai aura atau gejala-gejala lainnya seperti mual dan muntah, dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu untuk mengurangi keparahan gejalanya. Ia mungkin akan menambahkan obat migrain khusus untuk mengurangi frekuensi kekambuhan.
8. Hipertensi

Laporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 mengemukakan bahwa hipertensi adalah salah satu penyakit yang bisa ditangani dengan rawat jalan. Pada awalnya dokter mungkin hanya menyarankan Anda untuk mengubah gaya hidup lebih sehat dengan menjaga pola makan dan olahraga.
Namun jika kenaikan tensi cukup parah atau Anda sampai mengalami gejala-gejala hipertensi, dokter mungkin akan menambahkan resep obat antihipertensi. Obat-obatan ini berguna untuk menjaga tensi Anda tetap stabil sembari mencegah kemungkinan risiko komplikasi yang menyerang jantung, ginjal, dan organ tubuh lainnya.
Selama berobat jalan untuk hipertensi, Anda juga perlu telaten cek tensi dan kondisi kesehatan Anda ke dokter.
9. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Gejala khas dari penyakit ini adalah “paru-paru basah”, ketika peradangan menyebabkan paru memproduksi lebih banyak lendir.
Jika tidak terlalu parah, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk rawat jalan dengan meresepkan obat antibiotik, seperti amoxicillin. Obat antinyeri nonresep seperti aspirin, ibuprofen, dan paracetamol juga bisa Anda gunakan untuk meredakan demam.
Bayi, anak kecil, dan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas adalah kelompok orang yang berisiko tinggi untuk diopname ketika sakit pneumonia, terlepas dari kondisi tubuh dan keparahan gejalanya.
10. Diabetes

Dikutip dari laman Depkes, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), menuturkan bahwa diabetes adalah penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia. Padahal, 90 persen kasus diabetes tergolong diabetes tipe 2 yang sebenarnya masih bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Sama seperti hipertensi, orang yang sakit diabetes pada umumnya tidak perlu sampai menjalani rawat inap. Terapi pengobatan paling pertama yang biasanya dianjurkan dokter adalah mengubah pola makan sehat dan rajin berolahraga untuk mengendalikan gula darah. Apabila kenaikan gula darah terlalu tinggi atau Anda menunjukkan risiko komplikasi diabetes, dokter akan menambahkan resep obat diabetes. Anda juga perlu senantiasa cek kadar gula darah Anda.
Meski diabetes belum ada obat penyembuhnya, rutin minum obat diabetes sembari menjalani hidup sehat diyakini dapat mengendalikan gejala serta menghindari Anda dari risiko rawat inap akibat komplikasi,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar